Kubah Masjid Agung Ahmad Bakrie

Bagi anda yang sedang dalam perjalanan menuju Pulau sumatera ataupun perjalanan pulang kampung ke arah Medan dan sekitarnya sampai ke Nangro Aceh melalui jalur lintas Sumatera, jika merasa lelah dan ingin sekedar istirahat hanya untuk sekedar menunaikan ibadah shalat,maka tidak ada salahnya juga untuk anda mampir ke Masjid Agung Ahmad Bakrie yang mana Masjid ini berada di Kabupaten Asahan, tepatnya di jalan lintas Sumatera, Desa Sidomukti, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara.

Kubah Masjid Agung Ahmad Bakrie

Banyak orang yang sudah mengunjungi masjid yang disebut terbesar di daerah Sumatera Utara, di masjid tersebut sering sekali diadakan sebuah kajian islam dan juga pembacaan ayat suci Al-Qur’an

Masjid Agung H. Ahmad Bakrie ini merupakan masjid yang mulai resmi digunakan sebagai tempat ibadah pertama kali pada 5 Agustus tahun 2015 Masehi, bertepatan dengan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat yang diadakan secara serentak di Provinsi Sumatera Utara.

Desain bangunan masjid Agung Kisaran ini berbentuk segi empat dan simetris yang mana masjid ini memiliki atap bertingkat dua. Selain itu juga, pada atap tersebut juga diletakkan sebuah kubah besar sebagai kubah induknya dengan balutan warna putih tulang,lalu sedikit tambahan dengan adanya cincin yang diberi warna strip emas.

Disekeliling kubah induk juga ada 4 buah menara yang mana menara tersebut menjulang tinggi pada ke 4 sudut masing-masing masjid yang semuanya itu diberi warna emas,sama dengan warna cincin kubahnya. Bukan Cuma ada kubah induk yang ada di atas masjid ini, ada juga kubah pendamping yang berukuran lebih kecil diatas setiap beranda masjid tersebut.

Kubah masjid yang digunakan masjid Agung Ahmad Bakrie ini merupakan jenis kubah yang termasuk jenis kubah panel enamel. Jenis kubah inilah yang hingga sekarang ini masih banyak digunakan dan merupakan jenis kubah yang sangat populer dikalangan masjid modern.

Kubah Masjid Agung Ahmad Bakrie

Maka tak heran jika masjid ini dahulunya terdapat sangat banyak sekali para relawan ataupun takmir masjid yang sempat mengajukan pergantian kubah dengan model kubah panel enamel yang berfungsi untuk menggantikan kubah konvensionalnya dengan bahan panel enamel untuk bangunan kubah masjidnya. Bahan ini selain memiliki ketahanan yang sangat bagus juga mempunyai ketahanan warna hingga 20 tahun.

Sehingga banyak yang beralih memilih jenis kubah ini untuk bangunan masjidnya. Tersedia banyak warna yang mencolok yang sesuai dengan bangunan masjid yang ada. Namun untuk kubah masjid agung kisaran sendiri memilih warna yang natural seperti bangunan masjidnya. Yakni warna putih bersih dan kuning emas untuk kubah bagian bawahnya. Warna ini sangat elegan dan megah untuk sebuah masjid dengan kesan melayu yang ada didalamnya.

Eksterior masjid ini berwarna putih serta kuning ditambah dengan aksen berwarna hijau lumut di bagiaan kerawang atau yang menutup bukaan serambi majid.

Walaupun dibangun dengan hanya mengadopsi konsep bangunan masjid modern, namun bangunan masjid Agung H. Ahmad Bakrie di wilayah Kisaran ini juga mempunyai aksen budaya melayu yang sangat kental. Hal ini bisa dilihat dengan adanya sebuah tambahan berupa ornamen yang terletak pada bagian atas dinding eksterior masjid yang berwarna kuning. Maupun cincin penopang kubah induk serta cincin yang melingkari menara masjid berwarna kuning emas ini. Untuk sisi kerawangnya telah didominasi dengan adanya pola geometris dan warna hijau lumut.

Konsep melayu juga terlihat pada tangga masuk masjid dari langgam melayu, dengan tangga yang lebih lebar dan sangat tinggi telah mengesankan bangunan masjid ini sama dengan rumah panggung tradisional melayu. Selain itu, penambahan jendela yang berukuran besar dan lengkungan ataupun ornamen yang ada di atas jendela pun menggunakan warna kuning emas sehingga menghadirkan kesan melayu yang sangat kental.

Bagian interior masjid juga dirancang lebih lega dan minimalis karena hanya ada ornament yang sedikit. Bagian yang banyak hiasannya Cuma di bagian bingkai mihrabnya, terdapat satu lampu gantung besar yang menjuntai ke bawah tepat dibawah kubah besar masjid ini.

Ruangan masjid ini juga sangat didominasi dengan warna putih serta ada banyak jendela dengan masing-masing mempunyai ukuran yang kecil yang mana semuanya itu terdapat di bagian atap masjid maupun bagian jendela yang besar,dan juga di sekeliling masjid. Dengan adanya jendela-jendela tersebut, masjid terlihat sangat terang ketika siang hari. Dengan atap yang tinggi juga mampu menghadirkan kesan masjid yang sangat teduh.

Ruang utama yang digunakan untuk ibadah shalat di ruangan utama juga mampu menampung sekitar 1.500 jamaah . Masjid ini tidak memiliki tiang atau pilar yang biasa nya terletak di di bagian tengah yang berfungsi untuk menopang atap, sehingga terasa begitu luas. Setidaknya terdapat empat sisi saja bagian dinding yang menjadi pembatas sekaligus penopang atap masjid ini.

Celah-celah angin pada empat sisi dinding masjid Agung Ahmad Bakrie ini telah  menjadikan adanya perkembangan sirkulasi udara yang ada di ruang masjid dan terjadi begitu sangat baik, maka sehingga anda pun mungkin tidak bisa merasakan ketika gerah tiba atau pada waktu cuaca sedang panas meski tak dipasangi AC ataupun tambahan lain yakni kipas angin. Di Bagian tempat imam sengaja tidak dibangun tanpa dinding yang mana bertujuan untuk dapat menggambarkan bahwa setiap makhluk yang menunaikan ibadah shalat maka sejatinya dia akan menghadap Allah.

Bangunan masjid Agung kisaran ini terdiri atas 3 Lantai. Pada bagian lantai pertama sering digunakan sebagai tempat wudhu dan juga kantor untuk para pengurus Masjid ini.

Lalu ada juga sepetak tanah yang dibuat untuk area kamar mandi yang digunakan untuk wudhu pun sangat luas. Selanjutnya pada bagian lantai 2 maupun lantai 3 adalah bangunan utama masjid sebagai tempat beribadah shalat. Di lantai 2  inilah semua di bagian utama masjid yang sangat terasa konsep budaya Melayunya.

Masjid Agung H Ahmad Bakrie ini juga  terlihat jauh lebih menarik dengan ditambahnya taman kecil yang dilengkapi juga percikan air mancur yang ada di bagian sebelah utara dan barat dan masih 1 lahan dengan lokasi masjid

Selain masjid ini terbilang cukup unik dan juga megah,ternyata juga memiliki fungsi yang begitu artistik, yang mana di setiap lubang-lubang itu juga ada fungsi sebagai ventilasi udara. Ketika menjelang malam tiba,maka ketika anda berada di luar maka akan terpancara lampu-lampu cantik yang ada di dalam masjid mulai dinyalakan, sinar lampu akan menerobos celah ventilasi sehingga jika dilihat dari luar tampak seperti masjid yang memancarkan cahaya berbentuk kalimat tauhid. Benar-benar sangat mengagumkan.

Setiap hari masjid ini tak hanya dikunjungi oleh masyarakat di sekitar Bandung, juga dari seluruh nusantara. Bahkan, ribuan orang dari berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Timur Tengah, Belanda, Australia dan beberapa negara Eropa lainnya rela jauh-jauh untuk melihat keunikan dan desain futuristik Masjid Agung H.Ahmad Bakrie ini

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>